Turis Indonesia Bebas Visa Masuk Cambodia

Hai guys…., jumpa lagi dengan celoteh saya. Kali ini saya akan sharing cerita lanjutan dari jalan-jalan menemani atasan ke Kota Phnom Penh, Cambodia, pertengahan Oktober 2017 lalu. Naaah… saya baru tahu jika turis asal Indonesia sekarang ini masuk Cambodia sudah bebas visa. Aseli bin sueeerrr…, beneran baru tahu… 😀

Ceritanya, saya sudah pernah berkunjung ke Phnom Penh pada pertengahan 2010 silam, untuk urusan pekerjaan. Lumayan lama juga, dua puluh dua hari. Nah… saya masih ingat, waktu itu untuk masuk Cambodia masih memerlukan visa (on arrival). Kita urusnya di Bandara Phnom Penh dengan biaya sebesar 20 US dollar (untuk tujuan kunjungan yang bersifat holiday alias wisata) dan 25 US dollar (untuk tujuan kunjungan bisnis).

Berkiblat dari pengalaman tersebut saya beranggapan aturannya masih tetap sama. Untuk urus visa ini saya masih ingat, selain passport kita harus menempelkan pas photo ukuran 4 x 6 cm di form pengurusan visa-nya. Naah…. supaya tidak repot saya siapkan pas poto tersebut dari rumah. Sebenarnya bisa sih kita poto di tempat, tapi tentunya dikenakan biaya tambahan, seingat saya 1 atau 2 US dollar gitu deh.

Pe de -nya lagi, saya tidak tanya-tanya mas google sebelum berangkat. Padahal ini kebiasaan yang saya lakukan sebelum berkunjung ke suatu kota, baik di dalam maupun di luar negeri. Di tambah lagi keberangkatan saya agak mendadak dan masih diselingi kesibukan pekerjaan kantor. Jadilah saya tidak sempat untuk cari informasi terkini tentang Cambodia.

O iya…sebelumnya saya sudah mengawali cerita perjalanan kunjungan ini pada postingan: One Night Stay in Bangkok: Imigrasi, Koneksi Internet, Hingga Taxi Suvarnabhumi Airport. Jadi cerita ke Cambodia-nya menyambung atau tepatnya dimulai dari Bangkok.

Dari Bandara Suvarnabhumi Bangkok, kami (saya dan atasan maksudnya) menggunakan pesawat Thai Smile Airways, maskapai anak perusahaan dari Thai Airways. Sengaja kami ambil jadwal penerbangan siang supaya agak longgar perjalanan dari hotel ke bandara dan proses imigrasi di Bandara Suvarnabhumi.

Syukurlah, perjalanan dari hotel ke bandara berjalan lancar. Mungkin karena hari itu adalah hari libur, bukan hari kerja sehingga kondisi jalanan di kota Bangkok agak sedikit lengang. Jika di cerita sebelumnya saya sharing bahwa dari bandara menuju hotel taksinya pakai argo, kali ini sopirnya minta borongan, 500 Baht, dimana untuk tol tetap kita yang  bayar. Just mengulang… untuk menuju Bandara Suvarnabhumi kita akan bayar tol dua kali, yang pertama 50 Baht dan yang kedua 25 Baht.

Setiba di Bandara Suvarnabhumi, sebelum check-in, atasan saya memutuskan untuk menitipkan tas koper pakaiannya pada tempat penitipan barang di bandara. Kebetulan tas koper beliau ini lumayan besar. Beliau sudah menyisihkan barang yang akan di bawa ke Cambodia dalam tas ransel kecil. Pertimbangan beliau tak lain dan tak bukan supaya lebih nyantai aja karena kunjungan kami ke Phnom Penh hanya dua hari dan nantinya kami akan bermalam lagi di Bangkok, sebelum kembali ke Jakarta.

Nah, saya baru tahu jika ternyata ada jasa penitipan barang/tas di Bandara Suvarnabhumi Bangkok. Tarifnya disesuaikan dengan ukuran tas yang kita dititipkan. Di bagian kaca depan tempat penitipan tersebut sudah terpampang gambar ukuran tas kecil dan besar. Kita tinggal menempelkan tas yang akan kita titipkan pada gambar tersebut, nanti ketahuan apakah tas kita termasuk kategori kecil atau besar. Untuk tas kecil biaya yang harus kita siapkan adalah 100 Baht per tas per hari. Sementara untuk tas ukuran besar 150 Baht. Untuk jasa penitipan ini kita diharuskan mengisi formulir yang tersedia dengan tentunya menunjukkan passport.

Selesai urusan penitipan tas/barang, kami pun menuju meja check-in dan kemudian lanjut menuju bagian pemeriksaan imigrasi. Seperti biasa, supaya lancar saya lepas dan masukkan seluruh pernak pernik yang memang diminta dimasukkan di tas, seperti dompet, jam tangan, ikat pinggang, handphone, termasuk uang logam receh (jika ada di saku celana kita). O iya, bagi yang membawa power bank (untuk ukuran kapasitas tertentu) di sini tertulis aturan harus dikeluarkan. Untuk laptop dan juga sepatu sepertinya petugasnya melakukan sistem periksa acak. Orang yang di depan saya diminta mengeluarkan laptop dan melepas sepatunya, sementara saya tidak. Yaaa, begitulah… suka suka mereka… 🙂 .

Tiba pada waktu yang ditentukan, kami dipanggil untuk masuk ke pesawat. Jika tidak ada hambatan cuaca, penerbangan ke Phnom Penh akan berlangsung sekitar satu setengah jam. Begitu masuk pesawat pramugari yang cantik nan ramah menyambut dengan salam dan membagikan tiga jenis form, yaitu: form untuk arrival dan departure, form untuk pernyataan (declare) barang bawaan, dan form untuk pengurusan visa (on arrival).

Isian form-form tersebut sebenarnya biasa saja, namun saya membandingkan dengan Bangkok isiannya agak sedikit detail, ditambah lagi tulisannya yang kecil-kecil. Mungkin itulah kenapa form-form tersebut dibagikan lebih awal, karena memang butuh waktu untuk mengisinya…:-) Saya pun mengisi form-form tersebut selama perjalanan di pesawat, Untuk form visa, saya siapkan pas photo 4 x 6 cm yang sudah saya bawa. Tapi berhubung tidak ada lem, maka baru saya siapkan saja.

Sekitar pukul 15.15 waktu Phnom Penh pesawat yang kami tumpangi landing di Phnom Penh International Airport. Hmm… sepenglihatan saya dari balik jendela pesawat tadi kondisi bandaranya tidak banyak berubah dari 2010 silam, alias masih begitu-begitu aja….hehe.

Keluar pesawat, kami menuju bagian pengurusan visa. Kebetulan atasan saya lupa membawa poto. Kami pun bertanya ke petugas jaga disana  untuk jasa poto tersebut seperti apa teknisnya. Sebelum kami bertanya lebih lanjut, petugasnya malah balik bertanya kepada kami… “Indonesian?”. Kami agak bingung, tapi kami jawab “Yes”. Lalu petugas tersebut berkata “Indonesian …no visa… no visa…” Saya dan atasan saling menatap, lalu kembali ke petugas tersebut. Dia kembali berkata…. “Yaa… Indonesian no need visa…” (sambil tersenyum)….

Secepatnya kami membalas senyuman petugas tersebut, mengucapkan terima kasih, dan lanjut ke bagian pemeriksaan imigrasi. Sambil berlalu kami  senyum senyum sendiri. … Ternyata…turis Indonesia sekarang sudah bebas visa untuk masuk Cambodia.

So….. itulah pengalaman yang bisa saya sharing. Jujur, saya baru tahu… karena memang baru berkesempatan berkunjung kembali ke sini, dan tidak sempat googling terlebih dahulu, jadi jangan diketawain ya preeen… hahaha. Dan saya belum cari tahu kapan aturan ini diberlakukan (hmm… sepertinya tidak perlu cari tahu kali yee…). Yang pasti dari pengalaman ini setidaknya saya ingin berbagi bahwa perubahan aturan bebas visa bagi orang Indonesia ini akan semakin mempermudah kita jika ingin berkunjung ke Cambodia. Semoga bermanfaat!

Advertisements

2 thoughts on “Turis Indonesia Bebas Visa Masuk Cambodia

  1. martha says:

    Hi Bro…

    saya ada rencana ke combodia, bisa kasih refrensi gak untuk penyewaan mobil disana? mungkin tau yang bisa inggris gitu… japri saya ke email boleh ya….
    thank you

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s