One Night Stay in Bangkok: Imigrasi, Koneksi Internet, hingga Taxi Suvarnabhumi Airport

Pertengahan Oktober 2017, tepatnya 14 sampai dengan 18 Oktober 2017, saya diminta menemani atasan perjalanan dinas ke Phnom Penh, Cambodia. Perjalanan dinas yang dimaksud kali ini tepatnya adalah kunjungan ke kantor partner lokal sehubungan dengan peluang proyek yang sedang kami kejar di Cambodia.

Sebelum ke Cambodia atasan saya lebih dahulu berangkat kunjungan ke dua negara lain, Korea Selatan dan Lao PDR, untuk tujuan yang sama. Beliau berangkat sejak 9 Oktober 2017, dengan rute ke Korea Selatan terlebih dahulu, lalu ke Lao PDR. Dari Lao PDR, beliau menuju Bangkok untuk bertemu dengan partner lokal di sana. Dan di Bangkok lah rencananya saya menyusul, untuk kemudian sama-sama berangkat menuju Kota Phnom Penh, Cambodia.

Pemesanan tiket dibantu oleh rekan dari kantor. Untuk penerbangan Jakarta ke Bangkok saya memilih Garuda Indonesia, alasannya ya lebih kepada ketepatan waktu. Mengingat kondisi jalanan ibukota yang sedang doyan-doyannya macet, saya memilih jadwal penerbangan siang, 12.35 WIB dengan nomor penerbangan GA 868. Sedangkan untuk penerbangan dari Bangkok ke Phnom Penh, dan penerbangan pulangnya dari Phnom Penh ke Bangkok, dan Bangkok ke Jakarta, saya minta disamakan dengan penerbangan yang sudah dipesan oleh atasan.

Tiba lah hari keberangkatan. Sabtu, 14 Oktober 2017, kondisi jalan seharusnya lengang. Namun untuk antisipasi saya berangkat agak pagi.Kebetulan bawaan tidak terlalu banyak, hanya tas ransel dan tas kecil untuk kamera dan dokumen penting, saya memutuskan untuk naik bus bandara.

Pukul 08.30 WIB start dari rumah di kawasan Cimanggis, Depok dengan menumpang Go-jek. Tiba di tempat menunggu bus bandara terdekat (Taman Wiladatika Cibubur) pukul 08.45 WIB, dan bus bandara akhirnya tiba pukul 09.05 WIB. Syukurlah, perjalanan menuju bandara relatif lancar, hanya sedikit mengalami kemacetan di gardu tol cawang dan di tol dalam kota dekat semanggi. Tiba di Terminal 3 sekitar pukul 10.30 WIB.

Terminal 3 adalah area bandara yang baru beroperasi. Terus terang ini adalah kali pertama saya terbang melalui Terminal 3. Kondisi areal terminal ini sungguh luas dan megah, cukup representatif untuk ukuran terminal internasional. Sayangnya beberapa bagian, khususnya di bagian ruang tunggu (boarding room) agak sedikit panas, ini mungkin karena untuk pendinginan hanya mengandalkan pendingin ruangan yang dipasang pada titik-titik tertentu dan rasanya tidak cukup untuk mencakup ruangan terminal yang sebegitu luas dan megah.

Turun dari bus bandara, saya memutuskan untuk mencari sesuatu untuk sarapan. Selesai sarapan, saya melakukan proses check in. Oleh petugas di meja check in saya diberi tahu bahwa penumpang ke Bangkok tidak terlalu banyak, hanya 35 orang satu pesawat. Wow, kosong banget. Setelah check in saya langsung menuju bagian pemeriksaan imigrasi. Untuk mempercepat, mulai dari pintu masuk terminal tadi seluruh pernak pernik seperti ikat pinggang, jam tangan, dompet, handphone saya masukkan ke dalam tas. Setelah melewati pemeriksaan passport di bagian imigrasi saya pun menunggu di areal tunggu (boarding room) hingga panggilan masuk pesawat.

Pukul 12.25 WIB panggilan untuk masuk pesawat terdengar, agak telat 20 menit karena alasan cuaca. Betul saja, sampai pintu pesawat ditutup penumpang lengang. Tempat duduk di sebelah dan seberang saya kosong, begitu juga deretan kursi di depan dan belakang saya.

Penerbangan menuju Bangkok berlangsung sekitar 3 jam 40 menit, jika tidak ada kendala, kami akan mendarat di Suvarnabhumi International Airport Bangkok sekitar pukul 16.35 waktu Bangkok. Tadinya saya berpikiran untuk tidur selama penerbangan, namun kondisi awan dan pemandangan di luar jendela pesawat begitu menggoda, nggak tahan rasanya kalo tidak memotret. Karena tidak bisa memejamkan mata, saya akhirnya menonton film yang disediakan.

Sejauh ini penerbangan berjalan nyaman. Kondisi cuaca di luar juga cukup baik. Namun menjelang 20 menit tiba di Bangkok, kondisi cuaca agak buruk, beberapa kali pesawat mengalami guncangan dan ada satu kondisi guncangannya begitu kuat dan berlangsung sekitar 2 sampai 3 menit, degdegan juga rasanya, namun mau apa lagi selain pasrah.

Pukul 16.15 kami sudah berada di atas Bangkok, tapi menunggu antrian untuk landing. Cukup lama juga antrinya, saya bahkan sempat terlelap sebentar, hingga akhirnya pukul 16.50 pesawat yang kami tumpangi pun landing di Suvarnabhumi International Airport Bangkok.

Keluar pesawat saya berjalan mengikuti petunjuk menuju bagian pemeriksaan imigrasi. Sambil berjalan saya melihat tempat money changer. Karena tidak mempunyai Baht, saya memutuskan untuk menukar dollar Amerika ke Baht. Waktu itu saya mendapatkan nilai tukar 1 dollar = 33 Baht. Sekedar mengingatkan , jika kita tidak memiliki Baht, ada baiknya kita tukar terlebih dahulu di Bandara, karena akan mempermudah kita nantinya dalam melakukan transaksi selama di Bangkok.

Akhirnya sampai juga di bagian pemeriksaan imigrasi. O iya, sebelum antri di jalur pemeriksaan, jangan lupa mengisi form kedatangan. Jika di pesawat kita belum diberi, silahkan meminta kepada petugas yang stand by sebelum menuju jalur antrian pemeriksaan imigrasi tersebut. Isi dengan benar setiap kolom yang diminta, baik untuk bagian Arrival, maupun untuk bagian Departure.

Pada lembaran Arrival diantaranya kita harus mengisi Family Name, Surname, Gender, Nationality, Date of Birth, Number of Passport, Number of Flight (isi nomor penerbangan kita dari Jakarta ke Bangkok), Address kita selama berada di Bangkok (isi saja nama hotel dan daerahnya), Tanggal Kedatangan, dan Tandatangan. Di bagian belakangnya ada beberapa pertanyaan yang harus kita conteng, diantaranya apa tujuan kita datang ke Bangkok. Silahkan di conteng yang sesuai.

Pada lembaran Departure informasi yang harus kita isi diantaranya adalah Family Name, Surname, Gender, Nationality, Date of Birth, Number of Passport, Number of Flight kita. Isi nomor penerbangan kita selanjutnya, jika nanti setelah berkunjung di Thailand kita langsung balik ke Jakarta, maka isikan saja nomor penerbangan kita dari Bangkok ke Jakarta. Kalau kasus saya, karena setelah ini saya ke Phnom Penh, maka yang saya isikan adalah nomor penerbangan dari Bangkok ke Phnom Penh. Lalu ada kolom tanggal (diisi tanggal penerbangan pulang kita meninggalkan Bangkok menuju Jakarta atau tempat lainnya), dan terakhir tandatangan.

Jika sudah, siapkan passport dan selipkan Form yang sudah kita isi tadi dalam passport, lalu masuk dalam jalur antrian sesuai dengan arahan petugas. Hal yang perlu diingat, jangan sesekali memotret (baik itu sengaja atau hanya sekedar selfie) di areal pemeriksaan imigrasi ini, karena memang dilarang. Jika ketahuan kita akan mendapatkan teguran, dan yang paling keras adalah kita didatangi diminta menghapus hasil photo kita (atau…wah jangan sampai kamera or handphone kita disita deh….hehehe).

Setelah passport kita dicap jangan lupa mengecek. Pastikan lembaran Departure dari form yang sudah kita isi tadi diberikan kembali oleh petugas imigrasi, biasanya sudah dibumbuhi cap. Jika yakin sudah, simpan baik-baik lembaran tersebut, jangan sampai hilang, karena akan kita serahkan kembali di Bagian pemeriksaan imigrasi pada saat meninggalkan Bangkok nanti.

Selesai dari bagian pemeriksaan imigrasi, karena tidak ada bagasi, saya langsung menuju pintu keluar pada jalur keluar yang tidak memerlukan declare barang bawaan. Sebelum menuju pangkalan taksi, perlu kita putuskan apakah kita memerlukan koneksi internet selama berada di Thailand atau tidak. Jika iya, maka ada baiknya kita membeli simcard lokal untuk paket internet.  Untuk areal bandara sendiri kita bisa memanfaatkan wifi gratis. Caranya, silahkan ambil lembaran petunjuk tentang koneksi wifi pada bagian informasi. Pada lembaran ini tersedia dua bahasa, kita baca yang bahasa inggrisnya (tapi kalo ngerti yang bahasa Thai nya yo gak apa-apa juga….:-) ) ikuti petunjuk yang tertulis, pilih internet gratis, masukkan nama lengkap serta nomor passport kita, selesai dan kita langsung bisa terkoneksi dengan wifi gratis bandara.

Nah, itu kalau di areal bandara, Namun bagaimana setelah kita keluar dari areal bandara. Makanya ada baiknya kita membeli simcard lokal untuk paket internet (kalau memang kita butuh…:-). Setelah kita melewati pintu keluar tadi, kita bisa menemukan beberapa tempat yang menawarkan simcard. Saya menuju salah satu tempat yang ramai pengunjungnya. Di sini tersedia beberapa paketan internet, yang paling rendah adalah paket internet untuk 5 hari 4 GB dengan harga 245 Baht. Karena dalam hitungan saya total perjalanan Bangkok dan Phnom Penh adalah 5 hari, maka saya beli paketan yang paling rendah tersebut. Prosesnya sangat cepat, kita tinggal tunjuk atau sebutkan paket mana yang akan kita beli, terus meminta mereka untuk menyeting di handphone kita, begitu selesai, bayar dengan harga yang tertera…dan kita siap terkoneksi dengan internet.

Selesai dengan urusan simcard internet, saya menuju pangkalan taksi resmi Suvarnabhumi Airport. Lokasinya ada di Lantai 1, dari lokasi kita membeli simcard tadi kita tinggal membalikkan badan dan menuju lift atau eskalator, lalu turun menuju lantai 1. Begitu tiba di lantai 1 kita akan menemukan pintu keluar menuju pangkalan taksi.

Sebagai catatan, ada beberapa alternatif alat transportasi yang bisa kita gunakan dari Bandara menuju tempat tujuan kita di kota Bangkok. Pertama, jika kita sudah memesan hotel yang mempunyai fasilitas jemput di Bandara maka kita tinggal menuju petugas hotel yang biasanya berdiri pas di dekat pintu keluar tadi dengan memasang kertas yang bertuliskan nama hotel.

Kedua, kita bisa memilih menggunakan Sky Train (Kereta Cepat). Lokasi nya juga berada di Lantai bawah (Lantai 1) tersebut. Ada baiknya kita searching dahulu lokasi stasiun kereta terdekat dengan tempat tujuan kita, lalu membeli tiket train-nya. Tiket train ini ada yang sekali jalan, ada juga yang sistem card.

Ketiga, kita bisa menggunakan taksi resmi bandara. Seperti yang saya singgung di atas, lokasi pangkalan taksi bandara ini ada di lantai 1. Begitu kita tiba di lantai 1 kita akan menemui pintu keluar menuju pangkalan taksinya. Di lokasi ini kita akan menemukan jalur untuk mengambil nomor antrian. Kita bisa menentukan jenis taksi yang akan digunakan, jenis sedan (regular taxi) atau dengan jenis mobil yang agak besaran. Setelah kita memastikan jenis taksinya, kita tinggal menuju papan panel, lalu memenjet tombol untuk mendapatkan nomor antrian. Begitu kita pencet, maka akan keluar nomor jalur taksi-nya, misalnya yang keluar nomor 50, maka kita tinggal mencari taksi yang ada di jalur bernomor 50 tersebut. Nanti akan kelihatan lampu penunjuk jalurnya akan kedap kedip.. Sangat mudah.

Yang tidak mudah disini adalah tidak semua supir taksinya bisa berbahasa Inggris, dan beberapa juga belum tentu tahu lokasi yang akan kita tuju. Nah…ada baiknya kita memberikan catatan dengan benar lokasi tujuan kita, atau bisa juga kita menunjukkan petunjuk rute dengan memakai google maps dari Bandara menuju lokasi tujuan kita. Ini akan mempermudah, dibanding kita menjelaskan secara lisan.

Kebetulan atasan saya sudah tiba terlebih dahulu dan sudah bermalam di Bangkok. Beliau kebetulan mengirimkan lokasi (share location) hotel tempat dia menginap melalui Whatapp (WA), sehingga saya tinggal memencet dan menentukan directionnya dari Bandara menuju hotel tersebut. Supaya lebih memperjelas, saya menuliskan juga nama dan alamat hotel tujuan di secarik kertas dan menyerahkan ke sopir taksi, lalu diperkuat dengan direction dengan google maps. Tadinya dia masih agak bingung, tapi ketika saya pertegas dengan menyebutkan nama daerah lokasi hotel, supir taksi tersebut akhirnya mengangguk. Untuk meyakinkan, saya tanya kembali apakah dia benar-benar tahu daerah tersebut, dia bilang OK.

Saya cek di maps, perjalanan dengan taksi menuju hotel sekitar 20 menit. Hotel tempat tujuan saya bernama Hotel Mermaid yang beralamat di 6 Soi Sukhumvit 29, Sukhumvit Road, Kwaeng Klongtoey Nua, Khet Wattana, Bangkok. Sebagai catatan, sepertinya lebih mudah menyebutkan daerah nama jalannya ke supir taksinya. Saya ingat waktu di Bandara tadi saya menyebutkan Khet Wattana, supir taksinya agak bingung, begitu saya sebutkan Sukhumvit beliau baru mengangguk tanda tahu.

Taksi resmi bandara umumnya memakai argo meter, dimulai dengan 35 baht. Jumlah yang kita bayarkan nantinya akan ditambah 50 baht sebagai services charge resmi untuk taksi bandara. Untuk tol dibebankan kepada kita (penumpang), untuk menuju lokasi hotel (dan sepertinya kondisi umum keluar bandara menuju ke kota) kita dua kali bayar tol, pertama 25 Baht dan yang kedua adalah 50 Baht, jadi untuk tol total kita membayar 75 Baht. Tiba di hotel argo taksi menunjukkan angka 245 Baht. Dengan penambahan 50 Baht, maka total yang saya bayarkan (plus 5 Baht yang saya abaikan) ke sopir taksinya adalah 300 Baht.

Begitu saya turun taksi saya lihat atasan saya sedang duduk merokok di areal depan hotel. Waktu saya datang kondisi sudah malam. Karena hanya menginap malam itu saja di Bangkok, tidak banyak yang bisa saya ceritakan.

Malam itu, setelah berbincang sebentar dengan atasan, meletakkan di kamar, lalu kami turun kembali untuk makan malam. Yang saya perhatikan adalah seputar Sukhumvit Road sangat ramai. Beberapa hotel juga terlihat berada di area tersebut, tempat perbelanjaan juga ada, termasuk supermarket kecil sekelas indomaret atau alfa di Indonesia.

Kehidupan malam pun sangat terasa di wilayah ini, sepanjang perjalanan menuju dan dari tempat makan, saya menemukan beberapa rumah makan, cafe dengan banyak turis asing, serta tempat pijit lengkap dengan cewek-cewek berdandan duduk di pintu masuknya. Karena besok kami akan melanjutkan penerbangan ke Phnom Penh, selesai makan malam dan membeli air mineral di salah satu supermarket, kami putuskan kembali ke hotel untuk istirahat, kebetulan kondisi hujan rintik-rintik, tidak memungkinkan kami untuk berjalan menikmati malam di seputaran Sukhumvit.

Pengen tahu bagaimana lanjutan cerita perjalanan saya menuju Phnom Penh akan saya kupas pada postingan berikutnya, dan ….. ssst…. ternyata masuk Cambodia sekarang ini untuk turis dari Indonesia sudah bebas visa lhooo…. Nah, penasaran pengen tahu ceritanya? silahkan baca di link ini: Turis Indonesia Bebas Visa Masuk Cambodia.

Advertisements

2 thoughts on “One Night Stay in Bangkok: Imigrasi, Koneksi Internet, hingga Taxi Suvarnabhumi Airport

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s